WA (088809667255) atau klik HUBUNGI KAMI

BETON RINGAN ADALAH

By  

Baik, Teman para pengunjung. kami akan memberikan pemahaman mengenai beton ringan dalam segi bahasa maupun penjelasan secara mendetail.

Beton Ringan adalah sebuah material bangunan berjenis pracetak (biasa di sebut dengan beton ringan aerasi) yang mempunyai berat jenis (disebut juga density) yang lebih ringan dari beton yang terbuat secara normal(secara umum), dimana bahan campuran material pembentuk nya secara umum berupa semen, pasir silika, batu kapur(sebagai agregat nya), air dan zat pengembang(zat aerasi) lalu di lakukan perawatan dalam tekanan uap air di mesin autoclave.

CARA MEMBUAT BETON RINGAN ADALAH

Secara Umum Prinsip dalam membuat beton ringan adalah bagaimana mencapai tujuan agar beton memiliki rongga udara sehingga menghasilkan berat jenis lebih ringan dari beton umum nya.

Tahap I membuat beton ringan adalah

Melakukan Proses memasukkan agregat buat campuran pada pengisian beton ringan. Kita biasa memasukkan agregat seperti batu alwa, abu terbang yang dijadikan batu, batu apung, dan stereofoam.

Tahap II membuat beton ringan adalah

Melakukan Proses menghilangkan agregat ringan(halus) dengan cara menyaring agar terbebas dari kotoran halus(seperti debu, abu terbang dan lain lain).

Tahap III membuat beton ringan adalah

Melakukan Proses Pengisian udara ke dalam beton dengan metode peniupan udara ke dalam nya.
Pada Tahap III ada dua metode pelaksanaan nya : Pelaksanaan Secara Mekanis dan Pelaksanaan Seacara Kimiawi.

Detail proses pelaksanaan pembuatan beton ringan adalah

Setelah kita ketahui tahapan proses pembuatan nya ada baik nya kita juga harus tahu proses detail pembuatan nya bagaimana sehingga menjadi terbuka dalam bayangan kita akan material satu ini.

Berikut adalah proses secara detail pelaksana pembuatan secara kimiawi (karna metode ini paling sering di gunakan dalam membuat Autoclaved Aerated Concrete) :

Membuat adonan campuran material

Bahan yang di perlukan adalah Semen, Kapur, Gypsum, pasir kuarsa, Aluminium pasta (Zat pengembang).
Aturan Pembuatan adonan nya sebagai berikut :

Pembuatan 1 meter kubik cukup dengan bahan kurang lebih 0,5 – 0,6 meter kubik. Kenapa hanya sedikit ? karna adonan campuran yang kita buat ini akan mengembang dalam proses nya nanti.

Detail Komposisi campuran nya :
Material pasir punya andil paling tinggi didalam nya sekitar 60%, lalu di susul material perekat(semen dan kapur) sekitar 30%, sisa nya 10% buat campuran gypsum dan alumunium pasta.
Semen yang digunakan merupakan semen tipe I. Semen tipe I merupakan yang biasanya digunakan untuk segala macam jenis konstruksi. Untuk proses produksi, dalam 1 hari dapat dihasilkan beton ringan sebanyak ± 300 – 400 m3. Pembuatan beton ringan ini sepenuhnya dikerjakaan dengan mesin. Mesin yang digunakan seperti mesin penggiling, mesin mixxing, mesin cutting, autoclaved chamber. Untuk proses awal semua bahan baku ditempatkan didalam tangki masing – masing untuk mempermudah proses pencampuran. Khusus untuk pasir kuarsa harus dimasukkan kedalam mesin penggiling terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tangki, untuk menghaluskan butiran – butiran pasir. Kemudian melalui ruang control, diatur kadar campuran yang akan dibuat. Kadar campuran dapat berubah – ubah tergantung dari keadaan bahan baku yang ada.

Mencetak hasil campuran material yang telah di olah

Langkah berikut kita lakukan pencetakan sesuai dengan bentuk yang kita mau, bisa berbentuk lembaran atau blok kubus(hebel) atau aksesoris lain nya.

Sebagai contoh kita punya cetakan ukuran 4,20 x 1,20 x 0,60 m. Maka lakukan penuangan Adonan kedalam cetakan tersebut cukup setengah bagian. Lalu kita diamkan sekitar kurang lebih 3 – 4 jam, sampai adonan dapat mengembang.
Perlu kita ketahui bahwa dalam proses pengembangan tersebut, akan terjadi suatu reaksi kimia akibat dari pencampuran pasir kuarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan dicampur alumunium pasta ketika di olah dalam adonan. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada di dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen. Gas hidrogen ini membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton tadi. Gelembung-gelembung udara ini menjadikan volumenya menjadi dua kali lebih besar dari volume semula. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan, hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara. Rongga-rongga udara yang terbentuk ini yang membuat beton ini menjadi ringan.
Meskipun hidrogennya hilang, tekstur beton tetap padat tetapi lembut. Sehingga mudah dibentuk balok, atau palang sesuai kebutuhan.

Melakukan Presisi bentuk dengan memotong ukuran yang tidak/kurang sesuai

Langkan berikut adalah memotong hasil cetakan yang mengembang berlebih agar sesuai dengan bentuk semesti nya sesuai cetakan.

Melakukan perawatan dalam autoclave chamber

Setelah hasil jadi terbentuk dengan sempurna sesuai cetakan dan presisi maka lakukan perawatan ke dalam autoclave chamber selama kurang lebih 12 jam.
Didalam mesin autoclaved, pasir kwarsa akan bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium hidrat silika. Dalam proses ini beton ringan diberi tekanan sebesar 11 bar atau sebesar 264 psi ( = 1,82 Mpa) dengan suhu setinggi 374 ⁰F. Sehingga terbentuk kalsium silikat dan beton ringan berubah warna menjadi putih. Pada saat didalam autoclaved ini, semua reaksi kimia akan dituntaskan dan dibersihkan pada suhu tinggi, sehingga nantinya ketika saat pemakaian nya tidak mengandung reaksi kimia yang berbahaya.
Lalu mungkin ada pertanyaan Kenapa tidak dijemur saja? Karena seandai nya adonan dijemur di bawah sinar terik matahari, maka hasilnya akan kurang maksimal, karena tidak bisa stabil dan merata dalam tingkat kekeringannya.

Melakukan pemasaran/penggunaan

Setelah keluar dari autoclave chamber, beton ringan aerasi ini sudah siap untuk dipasarkan dan digunakan sebagai konstruksi bangunan.